Selain itu, Agus juga menekankan pentingnya menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan saat meluncur di turunan. “Jika jarak terlalu dekat, pengendara akan cenderung melakukan pengereman mendadak yang dapat mempercepat panasnya piringan rem. Ini yang sering memicu rem blong,” tambahnya. Dengan menjaga jarak yang cukup, pengendara memiliki waktu lebih untuk melakukan pengereman bertahap, sehingga mengurangi risiko overheating pada rem.
Agus juga menekankan pentingnya rutin memeriksa kondisi rem, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh atau melintasi daerah yang banyak memiliki turunan curam. “Rem harus selalu dalam kondisi prima demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat di jalan. Pastikan kampas rem, piringan rem, dan sistem hidrolik bekerja dengan baik,” ujar Agus.
Risiko rem blong pada motor matik dapat dicegah dengan berkendara secara hati-hati dan penuh perhitungan.




