Dimajukan, Vaksinasi Covid-19 Untuk Anak Di Bawah 12 Tahun Sudah Dimulai

Buletin Islam | Jakarta, Pengumuman secara resmi mengenai kepastian mulainya program vaksin covid-19 untuk anak di bawah 12 tahun diumumkan secara langsung oleh Kementerian Kesehatan (9/12/21)

Vaksinasi Untuk Anak di bawah 12 tahun dengan target sebanyak 26,5 juta anak berdasarkan data sensus penduduk pada tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Program vaksinasi tersebut ditetapkan setelah mengalami perluasan prioritas dari vaksin untuk orang dewasa ke vaksin anak usia remaja di kisaran 12-17 tahun yang dimulai pada tanggal 17 Juli lalu.

Meski sebelumnya, vaksin untuk anak usia di bawah 12 tahun ini disebut baru akan dimulai pada tahun 2022 mendatang sembari menunggu pemenuhan target vaksin orang dewasa yang minimal sudah mencapai persentase 50 persen.

Baca Juga : Efek Samping Vaksinasi Dan Cara Mengatasinya

Namun karena per hari Senin (13/12) tingkat vaksinasi dosis satu untuk orang dewasa di Indonesia sudah berada di kisaran 146 juta orang yang artinya sudah lebih dari 50 persen, maka program vaksin untuk anak usia di bawah 12 tahun akhirnya dapat berjalan lebih cepat.

Oleh sebab itu, kali ini upaya lanjutan dilakukan dengan memulai vaksinasi terhadap anak yang berada di kisaran usia 6-11 tahun terhitung per hari ini, Selasa (14/12/2021).

Kriteria Vaksinasi Anak Di bawah 12 Tahun

Dr. Piprim B. Yanuarso, Sp. A(K) selaku Ketua Umum IDAI menjelaskan bahwa pemberian vaksin akan dilakukan secara intramuskular yaitu secara injeksi atau penyuntikan ke dalam otot tubuh dengan dosis 0,5 mililiter sebanyak dua kali pemberian, dengan jarak dosis pertama dan kedua sekitar 4 minggu atau 28 hari.

Anak-anak Yang Tidak Boleh Divaksin

Lain itu, Dr. Piprim juga mengingatkan pada beberapa kondisi seorang anak tidak dapat menerima vaksin Covid-19 apabila:

  1. Mengalami defisiensi imun primer, atau penyakit autoimun tidak terkontrol,
  2. Menderita kanker dan sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi,
  3. Sedang mendapat pengobatan imunosupresan atau sitostatika berat,
  4. Sedang mengalami demam dengan suhu 37,5 derajat celsius atau lebih,
  5. Baru sembuh dari Covid-19 kurang dari tiga bulan,
  6. Baru melaksanakan imunisasi lain kurang dari satu bulan,
  7. Memiliki hipertensi dan diabetes melitus, serta
  8. Memiliki penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali

Namun jika anak dengan riwayat penyakit di atas yang masih dalam kondisi terkontrol dapat melakukan vaksin dengan lebih dulu melakukan konsultasi kepada dokter spesialis penyakit yang bersangkutan.

Sementara efek samping yang mungkin dirasakan, dijelaskan bahwa efek yang dirasakan oleh anak biasanya hanya berupa gejala ringan hingga sedang yang terdiri dari rasa nyeri di area sekitar titik suntikan dilakukan, sakit kepala, demam, dan hidung yang berair.

Baca Juga : 4 Cara Download Sertifikat Vaksin, Cara Cek Status Vaksinasi dan Cara Perbaiki Data Sertifikat Vaksin

Satu hal yang dapat dipastikan, pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan secara bertahap hingga tahun 2022 mendatang dengan tahap pertama vaksinasi akan dilaksanakan di provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis satu pada orang dewasa sudah melampaui 70 persen, dan cakupan vaksinasi lansia sudah mencapai 60 persen.

Lebih detail, disebutkan bahwa beberapa wilayah yang sudah memenuhi kriteria tersebut di antaranya terdiri dari Banten, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Bali.

Nantinya tempat pelaksanaan vaksinasi bisa dilakukan di Puskesmas, rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya baik pemerintah maupun swasta termasuk pos-pos pelayanan vaksinasi, dan sentra vaksinasi.

Sebelumnya sudah beberapa kali terdengar rencananya sejak awal bulan November lalu, keputusan dimulainya langkah ini diawali dengan rekomendasi sekaligus izin penggunaan dalam keadaan darurat dari BPOM mengenai jenis vaksin yang aman digunakan untuk anak usia terkait, yaitu vaksin CoronaVac-Sinovac pada tanggal 1 November lalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *