Doa untuk Keselamatan Perjalanan: Arab, Latin, dan Artinya

Perjalanan adalah bagian dari kehidupan: mudik ke kampung halaman, berangkat kerja ke kota lain, atau sekadar bepergian bersama keluarga. Dalam Islam, setiap perjalanan dianjurkan diawali dengan doa, sebagai bentuk pengakuan bahwa keselamatan bukan semata hasil usaha manusia, melainkan karunia Allah. Doa keselamatan perjalanan yang paling dikenal bersumber dari Al-Qur’an, dan tata caranya dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Doa ini singkat, mudah dihafal, dan dapat dibaca kapan pun kita menaiki kendaraan, baik mobil, motor, kereta, kapal, maupun pesawat. Membacanya sebelum berangkat membantu hati lebih tenang, karena sejak awal perjalanan kita sudah menitipkan keselamatan kepada Allah, Zat yang menguasai segala kendaraan dan jalan yang kita lalui.

Seorang pejalan dengan ransel di jalan pegunungan yang berkelok
Seorang pejalan dengan ransel di jalan pegunungan yang berkelok. Foto ilustrasi umum: Youssef Ben Hamdi / Pexels.

Bacaan Doa Perjalanan

Doa perjalanan yang utama adalah ayat dari Surah Az-Zukhruf ayat 13 hingga 14. Berikut bacaan Arab, Latin, dan artinya:

Arab: سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Latin: Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.

Artinya: Mahasuci Zat yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

Tuntunan dari Rasulullah

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, diriwayatkan dalam Jami at-Tirmidzi nomor 3447, bahwa ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam hendak bepergian dan menaiki kendaraannya, beliau bertakbir tiga kali, lalu membaca doa di atas, kemudian memohon: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan serta amal yang Engkau ridai, mudahkanlah perjalanan ini untuk kami dan dekatkanlah jauhnya jarak bagi kami. Hadis ini dinilai sahih menurut Darussalam pada halaman Sunnah.com.

Dalam riwayat lain, Jami at-Tirmidzi nomor 3445, seorang laki-laki yang hendak bepergian meminta nasihat kepada Rasulullah. Beliau berpesan: peganglah takwa kepada Allah dan bertakbirlah setiap kali melewati tempat yang tinggi. Ketika laki-laki itu beranjak pergi, beliau mendoakannya: Ya Allah, dekatkanlah jarak baginya dan mudahkanlah perjalanannya. Pesan ini mengajarkan bahwa bekal perjalanan yang utama bukanlah sekadar perbekalan, melainkan takwa dan doa.

Baca Juga: Doa Memohon Keteguhan Iman: Arab, Latin, dan Artinya dan Doa Memohon Ampunan untuk Orang Tua: Arab, Latin, dan Artinya

Doa Saat Kembali dari Perjalanan

Perjalanan yang baik tidak hanya dibuka dengan doa, tetapi juga ditutup dengan syukur. Ketika kembali, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa bertakbir tiga kali lalu mengucapkan doa kembali, yang artinya: kami kembali, bertobat, beribadah, dan memuji Tuhan kami. Mengucapkan doa ini saat pulang mengingatkan kita bahwa keselamatan selama perjalanan adalah nikmat yang patut disyukuri, bukan sekadar keberuntungan.

Adab Perjalanan yang Menenangkan

Selain membaca doa, ada adab-adab yang membuat perjalanan lebih tenang dan aman. Pertama, periksa kondisi kendaraan dan kelengkapan surat sebelum berangkat, agar tidak ada hal teknis yang mengganggu di tengah jalan. Kedua, berangkatlah dengan waktu yang cukup, jangan terburu-buru, karena ketergesaan sering menjadi sumber kecelakaan. Ketiga, jagalah shalat selama perjalanan; musafir diberi keringanan menjamak dan mengqasar shalat, sehingga tidak ada alasan untuk meninggalkannya. Keempat, bersikaplah santun kepada sesama pengguna jalan, karena keselamatan bersama dimulai dari sikap masing-masing pengendara.

Kelima, titipkan kabar kepada keluarga: beri tahu tujuan, perkiraan waktu tiba, dan kabari saat sudah sampai. Kebiasaan sederhana ini menenangkan keluarga yang menunggu di rumah dan memudahkan mereka membantu bila terjadi sesuatu di jalan. Keenam, perbanyak zikir selama perjalanan, terutama takbir saat melewati jalan menanjak dan tasbih saat jalan menurun, sebagaimana tuntunan yang diriwayatkan dalam hadis-hadis perjalanan.

Mengajarkan Doa Perjalanan kepada Anak

Perjalanan bersama keluarga adalah kesempatan terbaik untuk mengajarkan doa ini kepada anak. Bacakan doa dengan suara yang jelas setiap kali naik kendaraan, lalu ajak anak mengikutinya kata demi kata. Anak yang terbiasa mendengar doa perjalanan sejak kecil akan menganggapnya sebagai bagian alami dari bepergian, sama seperti memakai sabuk pengaman. Orang tua juga bisa menjelaskan artinya dengan bahasa sederhana: kita sedang berterima kasih kepada Allah karena kendaraan ini bisa membawa kita, dan kita memohon agar dijaga sampai tujuan.

Mendoakan dari Rumah

Keselamatan perjalanan bukan hanya urusan yang bepergian; keluarga yang ditinggalkan pun punya peran. Doakan anggota keluarga yang sedang dalam perjalanan, titipkan pesan agar berhati-hati, dan sambut kepulangannya dengan syukur. Kebiasaan saling mendoakan ini menumbuhkan rasa saling peduli dalam keluarga, dan mengingatkan semua pihak bahwa setiap perjalanan, betapapun rutinnya, tetap membutuhkan penjagaan Allah. Ketika yang bepergian sudah sampai, ucapkan syukur bersama, karena keselamatan itu adalah nikmat yang sering terlupakan justru karena sering dirasakan.

Perjalanan yang diawali dengan doa akan terasa berbeda: hati lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan setiap kilometer menjadi pengingat akan kebesaran Allah yang menundukkan kendaraan untuk kita. Semoga setiap perjalanan kita selalu dalam penjagaan Allah, berangkat dengan selamat dan kembali dengan selamat pula.

Sumber:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *