Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya: Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami dan kejahatan amal kami. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan-Nya, tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya semuanya. Selanjutnya, wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada kalian dan kepada diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah, karena sungguh beruntunglah orang-orang yang bertakwa. Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (QS Al-Isra [17]: 23).
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa agungnya kedudukan orang tua dalam ayat yang baru kita dengar. Perintah berbuat baik kepada ibu bapak disebutkan tepat setelah perintah untuk tidak menyembah selain Allah. Ini menunjukkan bahwa bakti kepada orang tua bukan sekadar sopan santun biasa, melainkan kewajiban yang sangat ditekankan. Orang tua adalah pintu rezeki dan pintu surga bagi anaknya: ibu yang mengandung, melahirkan, dan menyusui dengan susah payah, serta ayah yang bekerja keras menafkahi keluarga, keduanya telah mencurahkan hidup mereka untuk kita jauh sebelum kita mampu membalas apa pun.
Ayat ini juga mengajarkan adab yang sangat halus. Ketika orang tua sudah lanjut usia, jangan sekali-kali kita mengucapkan kata ah, apalagi membentak mereka. Kata ah tampak sepele, tetapi ia adalah tanda kejengkelan yang melukai hati. Orang tua yang sudah renta sering kali menjadi lambat, pelupa, dan banyak membutuhkan bantuan; justru pada saat itulah kesabaran anak diuji. Perkataan yang baik, nada suara yang lembut, dan wajah yang berseri adalah bentuk bakti yang paling sederhana, tetapi paling bermakna bagi hati orang tua.
Allah melanjutkan pada ayat berikutnya dengan perintah untuk merendahkan diri kepada kedua orang tua dengan penuh kasih sayang dan mendoakan mereka: Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil. (QS Al-Isra [17]: 24). Doa ini mengajarkan kita bahwa bakti tidak berhenti pada perbuatan, tetapi juga pada doa yang tulus, baik ketika orang tua masih hidup maupun setelah mereka wafat. Anak yang mendoakan orang tuanya sesungguhnya sedang menyambung kebaikan yang tidak terputus oleh kematian.
Bakti kepada orang tua juga berwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menanyakan kabar mereka, mengunjungi mereka, membantu keperluan mereka, menafkahi mereka ketika mereka sudah tidak berpenghasilan, dan merawat mereka ketika sakit, semuanya adalah amal yang besar pahalanya. Bakti tidak selalu berupa harta yang banyak; perhatian yang tulus, waktu yang diluangkan, dan kesabaran mendengarkan cerita mereka yang berulang-ulang sering kali jauh lebih berharga daripada pemberian materi yang disertai sikap acuh. Orang tua tidak meminta balasan yang setara dengan pengorbanan mereka, karena memang tidak ada balasan yang setara; yang mereka harapkan hanyalah anak yang saleh, penyayang, dan tidak melupakan mereka.
Baca Juga: Hikmah Menghormati Orang Tua: Bakti yang Tak Lekang oleh Waktu dan Doa Memohon Ampunan untuk Orang Tua: Arab, Latin, dan Artinya.
Dari bakti kepada orang tua, lahirlah kasih sayang kepada sesama manusia. Anak yang terbiasa menghormati orang tuanya akan lebih mudah menghormati guru, tetangga, dan orang yang lebih tua. Anak yang terbiasa menyayangi orang tuanya akan lebih mudah menyayangi fakir miskin, anak yatim, dan tetangga yang kesusahan. Sebaliknya, anak yang durhaka kepada orang tuanya sering kali tumbuh menjadi pribadi yang keras dan sulit berbelas kasih. Keluarga adalah sekolah pertama bagi akhlak; apa yang ditanam di rumah akan berbuah dalam masyarakat.
Menyayangi sesama juga berarti menjaga silaturahmi, menolong tetangga yang kesulitan, memaafkan kesalahan orang lain, dan tidak menyakiti siapa pun dengan lisan maupun perbuatan. Bangsa yang warganya saling menyayangi akan menjadi bangsa yang kuat dan tenteram, karena persaudaraan adalah modal sosial yang tidak bisa dibeli dengan harta. Sebaliknya, masyarakat yang kehilangan kasih sayang akan mudah terpecah oleh prasangka dan permusuhan. Karena itu, marilah kita mulai dari keluarga: hormati orang tua, sayangi saudara, rukun dengan tetangga, dan jadilah tetangga yang kehadirannya membawa rasa aman.
Sebagai penutup Khutbah I, marilah kita merenung: sudahkah kita menghubungi orang tua kita hari ini? Sudahkah kita meminta maaf atas kata-kata yang pernah melukai mereka? Bagi yang orang tuanya masih hidup, jangan tunda bakti sampai terlambat. Bagi yang orang tuanya sudah wafat, jangan putus doa dan sedekah atas nama mereka, serta sambunglah silaturahmi dengan kerabat dan sahabat mereka. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan dosa-dosa orang tua kita, serta mengumpulkan kita bersama mereka dalam surga-Nya.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: Segala puji bagi Allah atas kebaikan-Nya, dan syukur kepada-Nya atas taufik dan karunia-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagai pengagungan terhadap keagungan-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang mengajak kepada keridaan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya semuanya. Selanjutnya, wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan sebagai orang-orang Islam. Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan doa. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, sebelum kita menutup khutbah ini, marilah kita berdoa untuk kaum muslimin di mana pun berada, untuk kedua orang tua kita, dan untuk bangsa Indonesia. Ya Allah, sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kecil, ampunilah dosa mereka, lapangkanlah kubur mereka yang telah wafat, dan panjangkanlah umur dalam ketaatan bagi mereka yang masih hidup. Berkahilah keluarga-keluarga kami dengan kerukunan, jauhkanlah anak-anak kami dari durhaka, dan jadikanlah negeri ini negeri yang aman, adil, dan penuh kasih sayang. Semoga Allah menerima amal Jumat kita dan mengumpulkan kita dalam rahmat-Nya.
Sumber:
- Quran.com, Surah Al-Isra Ayat 23

