Naskah Khutbah Jumat Singkat Bulan Muharram, Tema Merawat dan Mengisi Kemerdekaan

Berita Naskah dan Materi Khutbah Jumat Singkat Terbaru

Kita lakukan tugas dan kewajiban kita sebagai ayah, ibu, anak, sebagai suami, istri, sebagai guru, murid, sebagai pejabat, rakyat, sebagai orang yang hidup bertetangga, sebagai orang yang hidup bermasyarakat dan sebagai orang yang hidup berdampingan dengan umat agama lain.

Jika masing-masing dari kita telah mengetahui, memahami dan melakukan tugas dan kewajibannya sebagaimana mestinya, maka negara ini akan senantiasa aman dan sentosa.

Bacaan Lainnya

Nikmat kemerdekaan adalah pintu yang membuka nikmat-nikmat yang lain.

Dengan nikmat kemerdekaan, kita dapat merasakan nikmatnya beribadah dengan leluasa

Dengan nikmat kemerdekaan, kita dapat merasakan nikmatnya belajar dan mengajar.

Baca Juga :

Khutbah Jumat Singkat Bulan Muharram-Tema Meneladani Peran Nabi Sebagai Pejuang Kemerdekaan

Khutbah Jumat Singkat-Tema Nilai-nilai Kepahlawanan-Download PDF

Dengan nikmat kemerdekaan, kita dapat menikmati kebersamaan kita sebagai saudara-saudara seagama, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Dan dengan nikmat kemerdekaan, kita bisa membangun negeri ini secara bersama-sama.

Hadirin yang mudah-mudahan dimuliakan Allah, Negeri ini tidak hanya berupa wilayah geografis, yaitu tanah, air dan udara semata.

Tapi lebih dari itu, negeri ini juga mencakup manusia yang merupakan penduduk negeri yang di tangan merekalah nasib negeri ini akan seperti apa.

Oleh karena itu, kita utamakan membangun manusia daripada membangun yang lain.

Karena sendi dan tiang penyangga dari bangunan negeri ini tiada lain adalah akhlak karimah.

Hadirin jama’ah shalat Jumat rahimakumullah, Jika kita mencintai negeri ini, jika kita cinta tanah air ini, maka buktikan cinta itu. Jangan hanya cinta yang terucap di bibir saja.

Tapi cinta yang benar-benar cinta. Yaitu cinta yang senantiasa mendorong kita untuk terus membangun dan memperbaiki negeri ini. Kita bangun dan perbaiki negeri ini dengan menjadi pribadi-pribadi yang shalih.

Yaitu pribadi-pribadi yang berilmu, beramal dan penuh dedikasi untuk membangun negeri. Pribadi-pribadi yang shalih akan melahirkan keluarga-keluarga yang shalih.

Dan keluarga-keluarga yang shalih akan mewujudkan masyarakat yang shalih. Jadi keshalihan individu akan mewujudkan keshalihan sosial.

Dan satu lagi, jangan pernah bosan untuk terus mengampanyekan paham-paham Ahlussunnah yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.

Paham moderatlah yang akan menjadikan Indonesia sebagai baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Mari Bersama, kita jadikan Indonesia lebih maju.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Demikian khutbah yang singkat ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Silahkan baca teks Khutbah Kedua pada halaman berikutnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *