“Artinya hukum adi yaitu menetapkan suatu barang bagi suatu barang atau menafikan suatu barang pada suatu barang dengan lantaran berulang-ulang serta sah bersalahan dan juga dengan tiada memberi bekas salah suatu itu pada yang lain,”
Dalam konteks hukum adi ini, bisa jadi ramalan zodiak itu lahir dari kebiasaan yang berulang-ulang dan terbukti sehingga kaitan antara nasib atau karakter tertentu dan bulan tertentu tampak sangat erat. Dalam hal ini kita boleh saja mempercayai ramalan tersebut sebagai sesuatu yang berulang-ulang dan sah bersalahan, sama halnya kita mempercayai bahwa parasetamol adalah obat yang bersifat menghilangkan rasa nyeri dan menurunkan panas (KBBI). Hanya saja, kita perlu ingat bahwa hubungan keduanya sah bersalahan.
Artinya, ramalan itu bisa saja tidak terbukti sama sekali atau parasetamol itu tidak bekerja sama sekali dalam menghilangkan rasa nyeri dan menurunkan panas. Dengan kata lain, kita tidak mempercayai bahwa hubungan bulan kelahiran dan nasib atau karakter kita itu bersifat mutlak. Kita tidak mempercayai bahwa hubungan parasetamol dan kesembuhan itu bersifat mutlak.
Singkat kata, ramalan itu atau efek obat itu omong kosong belaka. Guru kami almarhum KHM Syafi’i Hadzami mengambil contoh uang dalam masalah ini.
“Umpamanya saja uang. Uang itu mempunyai khasiat, menggirangkan, dan melegakan hati. Orang yang banyak uangnya, kelihatan segar, gampang ridhanya. Dan orang yang tidak punya uang, kelihatannya lesu, gampang marahnya, sering uring-uringan. Itu namanya khasiat uang. Tentu saja tidak dimaksudkan bahwa uang itu mempunyai ta’tsir (pengaruh-red) demikian. Yang dimaksudkan adalah menurut adat atau kebiasaan saja, atau pada umumnya yang juga tentunya dapat bersalahan dari ketentuan tersebut,”
Lalu bagaimana kita menempatkan relasi sebab-akibat atau letak zodiak saat seseorang lahir dan nasibnya?
Syekh Ibahim Al-Baijuri menyebut sedikitnya empat sikap manusia memandang relasi tersebut.
اعلم أن الفرق في هذا المقام أربعة الأولى تعتقد أنه لا تأثير لهذه الأشياء وانما التأثير لله مع إمكان التخلف بينها وبين آثارها وهذه هي الفرقة الناجية، الثانية تعتقد لا تأثير لذلك أيضا لكن مع التلازم بحيث لا يمكن التخلف وهذه الفرقة جاهلة بحقيقة الحكم العادي وربما جرها ذلك إلى الكفر بأن تنكر ما خالف العادة كالبعث، الثالثة تعتقد أن هذه الأشياء مؤثرة بطعها وهذه الفرقة مجمع على كفرها، الرابعة تعتقد أنها مؤثرة بقوة أودعها الله فيها وهذه الفرقة في كفرها قولان وولأصح انها ليست كافرة
Artinya: “Perlu diketahui bahwa manusia dalam kedudukan ini terbagi menjadi empat kelompok. Pertama, kelompok yang meyakini bahwa tidak ada pengaruh apapun pada benda-benda itu. Yang memberi pengaruh hanya Allah disertai kemungkinan bersalahan antara sebab dan akibatnya. Inilah kelompok yang selamat.
Kedua, kelompok yang meyakini bahwa tidak ada pengaruh apapun pada benda-benda itu, tetapi meyakini kelaziman antara sebab dan akibat sekira tak ada kemungkinan bersalahan. Ini adalah kelompok yang tidak mengerti hakikat hukum adi, dan terkadang dapat membawa kelompok ini pada kekufuran di mana mereka mengingkari sesuatu yang bertentangan dengan adat, misalnya kebangkitan.
Ketiga, kelompok yang meyakini bahwa segala benda itu dapat memberi pengaruh karena tabiatnya. Kekufuran kelompok ini disepakati ulama.
Keempat, kelompok yang meyakini bahwa benda-benda itu memberi pengaruh karena kekuatan yang Allah titipkan di dalamnya. Perihal kekufuran kelompok ini, pendapat ulama terbelah menjadi dua. Pendapat lebih sahih menyatakan bahwa kelompok ini tidak kufur,”
Dari pelbagai keterangan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa hubungan sebab dan akibat atau posisi zodiak (horoskop) ketika seseorang lahir dan nasibnya dapat kita percayai dalam konteks hukum adi, yaitu sesuatu yang sah saja secara akal sehat bersalahan.
Dalam relasi sebab dan akibat, berapa banyak orang bekerja keras keluar pagi dan pulang sore tetapi tetap bernasib kurang beruntung terlepas variabel lain. Dalam relasi posisi zodiak ketika seseorang lahir dan nasibnya, berapa banyak orang yang memiliki karakter berjauhan dengan ramalan zodiaknya.
Dalam khasiat uang, berapa banyak orang yang bahagia meski hanya memiliki sedikit uang. Dan berapa banyak orang yang tertekan dan sulit bahagia meski memiliki banyak uang. Pasalnya, penentu dan sebab mutlak adalah Allah SWT.
Kita kembali lagi harus berbaik sangka kepada Allah bahwa hari dan bulan apapun kita dilahirkan adalah hari dan bulan baik. Posisi zodiak dan nasib kita sama sekali tidak memiliki pertalian mutlak karena yang menentukan dan berpengaruh adalah Allah SWT. Demikian jawaban singkat ini.
Semoga apa yang kami tuliskan dapat bermanfaat dan semoga kita selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT dari segala macam mara bahaya. Amiin.



