Membaca buku sering dianggap kegiatan yang membutuhkan waktu luang panjang, padahal manfaatnya dapat dirasakan hanya dengan membaca beberapa menit setiap hari. Bagi keluarga, membaca bersama bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan yang menghangatkan rumah: orang tua dan anak duduk bersama, berbagi cerita, dan saling mendengarkan. Di tengah kesibukan dan layar yang selalu menyala, buku menjadi jeda yang menenangkan.
Artikel ini menyajikan lima manfaat membaca buku setiap hari untuk keluarga, berdasarkan tinjauan penelitian yang dirangkum Kompas dari jurnal Psychological Medicine dan para peneliti University of Cambridge. Manfaat-manfaat ini tidak hanya dirasakan oleh anak, tetapi juga oleh orang tua dan seluruh anggota keluarga, karena membaca melatih otak, menenangkan pikiran, dan mempererat hubungan.

1. Mengurangi Stres dan Menenangkan Pikiran
Membaca dapat menjadi cara sederhana untuk beristirahat sejenak dari aktivitas sehari-hari. Dalam salah satu survei yang dirangkum dalam tinjauan tersebut, membaca selama enam menit dikaitkan dengan penurunan stres hingga 68 persen, sedangkan penelitian lain menemukan bahwa membaca fiksi selama lima menit dikaitkan dengan penurunan stres hingga 20 persen. Meski temuan ini tidak berarti membaca beberapa menit pasti menurunkan stres pada setiap orang, ia menunjukkan bahwa membaca adalah jeda yang menenangkan: pikiran beralih dari kekhawatiran ke dunia cerita, napas menjadi lebih tenang, dan tubuh ikut rileks.
2. Mendukung Fungsi Kognitif dan Kesehatan Otak
Saat membaca, otak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memproses bahasa, mengingat detail, membayangkan suasana, dan memahami sudut pandang tokoh. Sejumlah penelitian yang ditinjau menunjukkan bahwa aktivitas membaca berkaitan dengan kemampuan kognitif yang lebih baik dan fungsi kognitif yang lebih baik pada orang dewasa, serta kesehatan mental yang lebih baik. Penelitian terhadap lebih dari 10.000 anak dan remaja di Amerika Serikat juga menemukan bahwa mereka yang membaca untuk kesenangan memiliki kesehatan mental yang lebih baik dan kemampuan kognitif yang lebih baik. Profesor Barbara Sahakian dari Department of Psychiatry, University of Cambridge, salah satu penulis tinjauan tersebut, mengatakan membaca adalah cara yang sangat baik untuk mendukung kesehatan otak dan mengembangkan keterampilan kognitif.
3. Memperluas Kosakata dan Kemampuan Bahasa Anak
Anak yang sering dibacakan buku atau membaca sendiri akan mengenal lebih banyak kata, kalimat, dan gaya bahasa. Kosakata yang luas membantunya memahami pelajaran di sekolah, mengungkapkan perasaan dengan lebih tepat, dan berkomunikasi dengan lebih percaya diri. Membaca bersama juga memberi kesempatan bagi orang tua untuk menjelaskan kata-kata baru, bertanya tentang isi cerita, dan mendengarkan pendapat anak. Percakapan seputar buku inilah yang membuat manfaat membaca berlipat: anak tidak hanya membaca, tetapi juga berpikir dan berbicara tentang apa yang dibacanya.
Baca Juga: Membaca Buku Bersama Keluarga: Kebiasaan Kecil yang Menghangatkan Rumah | Membaca Buku Setiap Hari: Kebiasaan Kecil dengan Manfaat Besar
4. Mempererat Hubungan dan Membangun Rutinitas Keluarga
Membaca bersama menciptakan waktu berkualitas yang sulit digantikan oleh kegiatan lain. Ketika orang tua membacakan cerita sebelum tidur, atau ketika kakak dan adik bergantian membaca halaman demi halaman, terjalin kedekatan yang hangat. Rutinitas ini juga memberi anak rasa aman: ia tahu bahwa setiap hari ada waktu khusus bersamanya, tanpa layar dan tanpa gangguan. Bagi keluarga yang sibuk, sepuluh hingga lima belas menit membaca bersama setiap malam sudah cukup untuk menjadi tradisi yang dirindukan anak hingga dewasa.
5. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu dan Cinta Belajar Seumur Hidup
Buku membuka jendela ke dunia yang lebih luas: sejarah, sains, budaya, agama, dan kisah-kisah manusia dari berbagai zaman. Anak yang gemar membaca cenderung lebih mudah tertarik untuk belajar hal baru, bertanya, dan mencari jawaban sendiri. Rasa ingin tahu ini adalah modal belajar seumur hidup, yang akan membantunya di sekolah, di pekerjaan, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Orang tua dapat memupuknya dengan membiarkan anak memilih buku sesuai minatnya, mengunjungi perpustakaan bersama, dan menunjukkan bahwa orang tua sendiri juga gemar membaca.
Cara Memulai Kebiasaan Membaca Keluarga
Memulai kebiasaan membaca tidak harus dengan target besar. Pilih waktu yang paling mudah dijaga, misalnya sebelum tidur atau saat menunggu, dan mulai dari buku yang ringan dan menarik. Sediakan sudut baca yang nyaman di rumah, dengan rak buku yang mudah dijangkau anak. Jika satu buku terasa membosankan, tidak ada salahnya beralih ke buku lain; yang terpenting adalah membaca tetap terasa menyenangkan, bukan beban. Rayakan kemajuan kecil, misalnya ketika anak menyelesaikan buku pertamanya, agar ia semakin bersemangat.
Penutup
Lima manfaat membaca buku setiap hari untuk keluarga — mengurangi stres, mendukung fungsi kognitif dan kesehatan otak, memperluas kosakata anak, mempererat hubungan, dan menumbuhkan cinta belajar — menunjukkan bahwa buku adalah investasi yang murah tetapi berharga. Mulailah malam ini: ambil satu buku, duduk bersama keluarga, dan bacalah beberapa halaman. Kebiasaan kecil ini, jika dijaga setiap hari, akan tumbuh menjadi warisan yang menghangatkan rumah untuk waktu yang lama.
Sumber:
- Kompas.com, Membaca Buku 6 Menit Bisa Bantu Kurangi Stres, Apa Manfaat Lainnya?, 30 September 2026
