Djokovic Tersingkir di Basel, Struff Menang lewat 27 Ace dan Tiket ATP Finals Makin Jauh

Kabar mengejutkan datang dari Swiss Indoors Basel. Petenis Serbia Novak Djokovic harus mengakhiri langkahnya lebih awal setelah kalah dari petenis Jerman Jan-Lennard Struff pada babak kedua. Kekalahan ini bukan hanya soal satu turnamen, tetapi juga berdampak langsung pada peluang Djokovic untuk tampil di turnamen penutup musim, ATP Finals di Turin.

Pertandingan berjalan ketat selama dua jam 36 menit dan harus diselesaikan lewat tiga set. Struff merebut set pertama lewat tie-break 7-6(4), Djokovic membalas dengan memenangi set kedua 7-5, sebelum Struff menutup laga dengan kemenangan 7-6(5) pada set penentuan. Skor yang begitu rapat menunjukkan betapa tipisnya jarak antara kedua petenis pada malam itu.

Hasil ini terasa istimewa bagi Struff karena menjadi kemenangan pertamanya atas Djokovic. Dalam delapan pertemuan sebelumnya, Djokovic selalu keluar sebagai pemenang. Kali ini, petenis berusia 36 tahun itu tampil dengan rencana yang jelas dan berani: menyerang sejak awal. “Saya tahu harus bermain menyerang. Hanya ada satu cara untuk menghadapi pertandingan ini. Saya sangat senang,” kata Struff, dikutip dari laman ATP pada Jumat.

Senjata utama Struff adalah servis kerasnya. Ia mencatatkan 27 ace sepanjang pertandingan, termasuk satu ace yang mengarah ke tengah lapangan tepat pada saat match point. Servis yang konsisten itu membuat Djokovic sulit membangun ritme dari baseline. Di sisi lain, Struff juga menunjukkan ketenangan luar biasa saat berada di bawah tekanan: ia menyelamatkan seluruh enam peluang break point yang diperoleh Djokovic sepanjang laga.

Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi pukulan bagi ambisinya menuju ATP Finals. Dengan hanya Paris Masters yang tersisa sebagai kesempatan berikutnya, jalannya menuju Turin kini semakin berat. Bagi petenis sekaliber Djokovic, tersingkir pada babak kedua dari turnamen yang ia incar tentu menjadi pengingat bahwa di level tertinggi, satu hari yang kurang baik bisa berujung pada kekalahan, siapa pun lawannya.

Basel juga menyajikan kejutan lain. Petenis tuan rumah Jerome Kym, yang tampil lewat fasilitas wildcard, menyingkirkan petenis peringkat keempat dunia setelah bertarung selama dua jam 21 menit. Kym yang berusia 23 tahun sempat dua kali gagal melakukan servis untuk menutup pertandingan, tetapi pada tie-break penentuan ia tampil jauh lebih tenang dan hanya kehilangan satu poin. Hasil itu mengantarkannya ke perempat final turnamen level tur untuk kedua kalinya, dan di babak berikutnya ia akan menghadapi petenis Ceko Jiri Lehecka.

Dua hasil ini menggambarkan karakter turnamen Basel tahun ini: penuh kejutan dan tidak memberi ruang bagi favorit untuk bersantai. Struff melaju dengan servis mematikannya, Kym melaju dengan ketenangan di momen genting, sementara Djokovic harus kembali menyusun rencana agar asa menuju ATP Finals tetap hidup.

Baca Juga:

Sumber: ANTARA – Djokovic tersingkir pada babak kedua Basel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *