Harga Bitcoin turun 4,1 persen pada Oktober 2026 menjadi 80.159 dolar Amerika Serikat, sementara sejumlah altcoin utama seperti Cardano dan Dogecoin turun antara 13 hingga 19 persen. Perbedaan ini membuat pangsa Bitcoin meningkat dari 50 persen menjadi lebih dari 53 persen tanpa adanya perdagangan tambahan.
Penurunan Bitcoin pada Oktober ini mematahkan tren historis yang biasanya positif pada bulan tersebut. Penurunan ini terjadi setelah penurunan 3,8 persen pada Oktober 2025, dan meskipun harga sempat naik 1,9 persen menjadi 81.296 dolar pada periode terakhir.
Sejumlah faktor memengaruhi pergerakan ini, antara lain keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga, sehingga daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Bitcoin ikut terpengaruh. Tekanan jual juga muncul di sekitar level 85.000 dolar, di mana banyak pemegang jangka panjang diperkirakan mempertimbangkan untuk menjual pada titik impas.
Di pasar Indonesia, Bitcoin diperdagangkan pada sekitar Rp1.459.997.134, turun 0,53 persen dalam sehari terakhir. Cardano dan Dogecoin juga melemah, masing-masing ke Rp3.617 dan Rp1.424, mencerminkan tekanan yang masih berlangsung di pasar kripto.
Bagi investor, pergerakan ini menjadi pengingat bahwa aset kripto memiliki volatilitas tinggi. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada riset, toleransi risiko, dan rencana keuangan jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.
Turunnya Bitcoin sebesar 4,1 persen pada Oktober 2026 menjadi 80.159 dolar Amerika Serikat itu terasa berbeda dengan pergerakan sejumlah altcoin utama, karena Cardano dan Dogecoin justru turun antara 13 hingga 19 persen; perbedaan penurunan itulah yang membuat pangsa Bitcoin meningkat dari 50 persen menjadi lebih dari 53 persen tanpa adanya perdagangan tambahan, sehingga posisi Bitcoin sebagai aset yang masih mendominasi pasar kripto tetap terlihat meski harganya melemah.
Di sisi lain, penurunan pada Oktober ini mematahkan tren historis yang biasanya positif pada bulan tersebut, setelah sebelumnya juga terjadi penurunan 3,8 persen pada Oktober 2025, meskipun harga sempat naik 1,9 persen menjadi 81.296 dolar pada periode terakhir; di antara faktor yang memengaruhi pergerakan ini adalah keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga, sehingga daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Bitcoin ikut terpengaruh, ditambah tekanan jual di sekitar level 85.000 dolar, di mana banyak pemegang jangka panjang diperkirakan mempertimbangkan untuk menjual pada titik impas, dan di pasar Indonesia tekanan itu tercermin pada harga Bitcoin sekitar Rp1.459.997.134, turun 0,53 persen dalam sehari terakhir, serta melemahnya Cardano dan Dogecoin masing-masing ke Rp3.617 dan Rp1.424, sehingga bagi investor pergerakan ini kembali menjadi pengingat bahwa aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada riset, toleransi risiko, dan rencana keuangan jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.
Baca Juga: Biosolusi Diproyeksikan Lampaui Ekspor Kopi, Sumbang Ekonomi hingga Rp 36 Triliun
Sumber:
- Pluang – Bitcoin falls 4.1% in October, outperforming major altcoins, 29 Oktober 2026




