BuletinIslam.com | Selain Puasa Tasu’a, Pada bulan Muharram juga disunnahkan puasa Asyura’ 10 Muharram, simak berikut tatacara, niat, hukum, dalil dan keutamaannya.
Selain punya manfaat untuk kesehatan, puasa Asyura’ juga mengandung pahala yang amat besar.
Tahun ini, Puasa Asyura’ , jatuh pada Hari Kamis, tanggal 19 Agustus 2021. Oleh karenanya, bagi anda yang ingin tahu fadilahnya, silahkan baca ulasan kami berikut ini.
Tatacara Puasa Asyura’ 10 Muharram
Pelaksanaan Puasa Asyura’ sebenarnya tidak jauh berbeda dengan puasa sunnah lainnya, seperti Puasa Senin Kamis, Puasa Arafah dan lain sebagainya.
Baca Juga:
Jangan Lupa Besok Puasa Tasu’a, Simak Tatacara, Niat, dan Keutamaannya
Lafadz Niat Puasa Tasu’a dan Asyura’-lengkap Arab Latin dan Artinya
Syarat dan Kewajibannya juga sama dengan pelaksanaan ibadah puasa lainnya.
Berikut ini Syarat-syarat puasa Asyura’
1. Beragama Islam;
2. Berumur Baligh;
3. Memiliki akal sehat;
4. Mampu untuk berpuasa;
Sementara Kewajiban / Fardhu Puasa Sunah Asyura’
1. Niat, khusus untuk niat pada puasa Tasu’a ada sedikit perbedaan dengan puasa wajib.
Waktu pembacaan niat tidak harus pada malam hari sebelumnya, namun jika lupa, boleh dibaca saat pagi hari sebelum tergelincirnya matahari (masuknya waktu Shalat Dzhuhur)
Dengan syarat, mulai terbitnya fajar (masuknya shalat Subuh), hingga shalat Dzhuhur, tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
2. Tidak makan dan tidak minum
3. Tidak bersenggama (Jima’)
4. Tidak sengaja muntah
Teks Bacaan Niat Puasa Asyura’
Sementara Lafadz niat puasa Tasu’a adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العاشوراء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil ‘Asyura’ lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura’ esok hari karena Allah SWT.”
Fadilah dan Keutamaan Puasa Asyura’ 10 Muharram
Adapun keutamaan dan Fadilah Puasa Asyura’ sangat banyak, salah satunya seperti yang ditegaskan dalam sebuah riawayat hadits, Imam Nasai yang menjelaskan mengenai bahwa Rasulullah yang melaksanakan puasa di bulan Muharram setelah bulan Ramadhan.
Kemudian Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa Muharram. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Muharram adalah bulannya Allah yang di dalamnya tepat menjadi hari bertaubat umat Islam atas dosa-dosa yang terdahulu”.







