PT Bank Danamon Indonesia Tbk menutup sembilan bulan pertama 2026 dengan kinerja yang solid. Bank tersebut membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp3,5 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah persaingan perbankan yang ketat dan dinamika ekonomi global yang masih perlu diwaspadai, capaian ini menunjukkan mesin bisnis Danamon tetap bekerja dengan baik.
Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, menyampaikan bahwa perseroan akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Fondasi finansial yang kuat dan penerapan manajemen risiko yang disiplin menjadi penopangnya. Ke depan, kata Nobuya, Danamon akan terus mencermati dinamika ekonomi dan pasar serta menjalankan strategi bisnis secara prudent dan terukur.
Dari sisi penyaluran dana, total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon mencapai Rp232,6 triliun per akhir September 2026, tumbuh 13 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang hampir semua lini bisnis: enterprise banking and financial institution naik 20 persen, SME banking naik 9 persen, consumer banking naik 5 persen, dan anak perusahaan mencatatkan pertumbuhan 7 persen. Pola pertumbuhan yang merata seperti ini penting, karena bank tidak hanya bergantung pada satu segmen saja.
Di sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total giro, tabungan, dan deposito sebesar Rp190,5 triliun, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dana pihak ketiga yang tumbuh seiring dengan kredit menjadi penyeimbang yang sehat: bank memiliki sumber dana yang cukup untuk menyalurkan pembiayaan tanpa harus terlalu agresif mengejar dana mahal.
Indikator profitabilitas dan kualitas asetnya juga terjaga. Margin bunga bersih atau net interest margin tercatat sebesar 8,0 persen, sementara biaya kredit turun 5 persen secara tahunan. Rasio loan at risk membaik 190 basis poin menjadi 7,7 persen per 30 September 2026, dan tingkat pencadangan dipertahankan pada level yang solid. Sederhananya, porsi kredit yang berisiko menurun dan beban atas kredit bermasalah berkurang, sehingga laba yang dicetak lebih berkualitas.
Bagi nasabah, kinerja seperti ini patut dicermati dengan proporsional. Bank yang labanya tumbuh dengan kualitas aset yang membaik umumnya memiliki ruang lebih besar untuk menjaga layanan dan penyaluran kredit. Namun, nasabah tetap perlu membandingkan suku bunga, biaya administrasi, dan fitur layanan sesuai kebutuhan masing-masing. Kinerja kuartal III juga bukan jaminan otomatis untuk kuartal berikutnya, karena kondisi ekonomi dan persaingan masih bisa berubah.
Ke depan, ujian bagi Danamon adalah menjaga keseimbangan yang sama: terus menumbuhkan kredit, mempertahankan kualitas aset, dan mengelola biaya secara disiplin. Jika ritme ini bertahan hingga akhir tahun, Danamon berpeluang menutup 2026 sebagai salah satu bank dengan pertumbuhan yang sehat dan terukur di industri perbankan nasional.
Baca Juga:
- GoTo Balik Untung Rp 1,16 Triliun hingga September 2026, Lanjutkan Buyback dan Pangkas Saham Tresuri
- Indeks Kepercayaan Industri Oktober 2026 Menguat ke 53,77, Nataru dan Lebaran Jadi Peluang Ekspansi
Sumber: ANTARA – Danamon bukukan laba konsolidasi Rp3,5 triliun hingga kuartal III-2026





