Buletin Islam | Bagi sebagian orang, Kiai Muda KH. Ma’ruf Khozin mungkin masih asing, namun baru-baru ini beliau mampu membungkam para pengkritik hadits dalam Ihya Ulumiddin, melalui karyanya berjudul al-Ashfiya’.
KH. Ma’ruf Khozin merupakan salah seorang pengurus Nahdlatul Ulama Wilayah Jawa Timur, yang sejak awal tahun 2010-an mulai getol memperjuangkan akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Baca Juga : Ma’ruf Khozin, Kiai Muda NU Bungkam Pengkritik Hadits Ihya’ Ulumiddin Lewat Karya Kitab
Kiai yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Aswaja Center tersebut, juga aktif memberikan seminar khsusunya penguatan akidah Aswaja.
Sekilas Tentang Kitab al-Ashfiya – KH Makruf Khozin
Dilansir dari GaleriKitabKuning.com KH. Makruf Khozin, merupakan salah satu ulama muda berasal dari Desa Ganjaran, Gondanglegi Malang, Jawa Timur.
Putra keempat al-Marhum al-Maghfurlah KH. Khozin Yahya (Pengasuh kedua PP Raudlatul Ulum 1 sekaligus Putra dari al-Marhum KH. Yahya Saybrowi) tersebut kini lebih dikenal sebagai salah satu Pendekar Aswaja asal Jawa Timur.
Wajar, kekhawatiran pria lulusan Pondok Pesantren al-Falah Ploso tersebut terhadap gerakan beberapa kaum muslimin, yang saat ini semakin genjar berupaya menggoyahkan akidah umat Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Banyak karya dan buku-buku yang membantah ajaran wahabi, selain itu beliau juga aktif mengisi pengajian-pengajian, dan tulisan baik di media cetak maupun media sosial untuk memperkuat faham Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Kitab Al-Ashfiya’ Fi al-Dzabbi ‘An al-Ihya’, merupakan salah satu karya beliau yang berisi ulasan dan penjelasan tentang kritik terhadap hadith-hadith yang kerap dituduhkan oleh sebagaian umat Islam.
Melalui kitab ini, beliau ingin meluruskan kembali, dan mempertegas derajat hadith yang dalam beberapa waktu terakhit dianggap dha’if (lemah) atau bahkan Maudhu’ (hadith palsu).
Kitab Al-Ashfiya’ berawal dari keresahan beliau ketika membaca sebuah kitab berjudul al-Shufyah Nasy’atuha Wa Tathawwuruha (awal mula dan perkembangan tashawwuf) karya Muhammad Abduh dan Thariq Abdul Halim.
Dalam kitab tersebut, ada sebuah bab khusus yang membahas tentang orang shufi dan ilmu hadith, yang salah satu pembahasannya berkenaan dengan hadith-hadith dha’if (lemah) atau Maudhu’ (hadith palsu), yang kerap disebutkan dalam kitab-kitab tashawwuf, dan salah satunya Kitab Ihya’ Ulumiddin.
Setelah melakukan berbagai penelurusan prihal hadith dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, beliau menemukan banyak tuduhan-tuduhan tanpa dasar terkait hadith dalam kitab karya Imam Ghazali tersebut.
Dengan landasan inilah, Kiai yang saat ini sedang menjabat Ketua MUI Jawa Timur, tergerak untuk menyusun sebuah kitab berjudul “Al-Ashfiya’ Fi al-Dzabbi ‘An al-Ihya’” untuk membantah tuduhan-tuduhan tersebut.
Setidaknya ada 20 Hadith yang beliau jadikan bahan analisis untuk menangkal kritikan dan tuduhan khususnya dari para kaum wahhabi.
Unduh Kitab al-Ashfiya Fi al-Dzabbi ‘An al-Ihya’
Bagi anda yang ingin membaca kitab karya KH. M’ruf Khozin tersebut, bisa pilih dan klik tautan berikut :
LINK DOWNLOAD KITAB al-Ashfiya’
LINK DOWNLOAD KITAB al-Ashfiya’
LINK DOWNLOAD KITAB al-Ashfiya’
Demikian ulasan tentang tautan untuk mengunduh kitab al-Ashfiya Karya Ma’ruf Khozin, semoga bermanfaat. Dapatkan Informasi terkini seputar Nahdlatul ulama, klik NU







